Berisi Tentang Info Lowongan-Lowongan Terbaru, Tips Interview, dan Tips Melamar kerja

Arsip Blog

Recent Post

javascript:void(0)

Saturday, June 27, 2009

Teknik Wawancara Kerja

Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam
melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan
wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali
mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.

1. Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka
seperti "mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini",dan "apa kelebihan dan
kekurangan anda". Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional
akan sangat tergantung pada kem ampuan si pelamar dalam berkomunikasi
menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban
yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak
bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV
pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin
menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki
pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan,
apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan
harapan recruiter, dan apakah si pelam ar akan bisa bekerja dalam team dan
memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.

2. Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa "performance"
(kinerja) di masa lalu merupakan indicator terbaik untuk meramalkan perilaku
pelamar di masa mendatang. Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering
digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh
perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-
masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk
mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu
sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu
tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan
yang biasanya diajukan antara lain: "coba anda ceritakan pengalaman anda

ketika gagal mencapai target yang ditetapkan", dan "berikan beberapa contoh
tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani
beberapa proyek sekaligus". Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut
si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan
dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi
pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari
pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang
dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si
pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung
pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan
dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus.

Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban
yang mencakup 4 (empat) hal:

(1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu,

(2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi
yang terjadi,

(3) menceritakan hasil yang dicapai, dan

(4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari).
Dalam wawancara behavioral ini teknik yang paling sering dipergunakan
adalah yang disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R.

A. Situation/Problem/Task

Pelamar diminta untuk menggambarkan situasi yang terjadi atau tugas- tugas
yang harus dilaksanakannya pada masa lalu. Pelamar harus menggambarkan
situasi atau tugas tersebut secara spesifik, rinci dan mudah dipahami oleh
pewawancara. Situasi atau tugas yang digambarkan dapat berasal dari
pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah, pengalaman tertentu,
atau berbagai kejadian yang relevan dengan pertanyaan si pewawancara

B. Action

Pelamar diminta untuk menggambarkan tindakan-tindakan yang diambil dalam
menghadapi situasi / masalah / tugas di atas. Dalam hal ini pelamar harus bisa
memfokuskan pada permasalahan.

Meskipun mungkin permasalahan yang ada ditangani oleh beberapa orang atau
team, pelamar harus memberikan penjelasan tentang apa saja peranannya
dalam team tersebut - jangan mengatakan apa yang telah dilakukan oleh team
tetapi apa yang telah dilakukan pelamar sebagai bagian dari team.

C. Results

Pelamar diminta menjelaskan hasil-hasil apa saja yang dicapai. Apa saja
hambatan yang terjadi jika hasil tidak tercapai. Apa yang terjadi kemudian
setelah permasalahan tersebut selesai dikerjakan. Lalu apa pelajaran yang
dapat dipetik oleh pelamar dari kejadian tersebut.

MENANGANI PERTANYAAN BERSIFAT UMUM

Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam Wawancara kerja
sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si pewawancara. Jika
menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-
pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:

1.Jelaskan pada saya bagaimana anda menggam barkan diri anda?

2.Apa kelebihan dan kekurangan anda?

3.Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang terdahulu /
ketika sekolah?

4.Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?

5.Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?

6.Darimana anda mengetahui perusahaan ini?

7.Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?

8.Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini,apa yang akan anda lakukan?

9.Apa itu professionalisme menurut anda?

10.Apa itu teamwork menurut anda?

11.Apa hoby anda?

Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral,
maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1.Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat
tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut.

2.Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika
anda melakukan presentasi.

3.Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus
melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang
harus didahulukan.

4.Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam
setahun terakhir ini? Mengapa demikian?

5.Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun
sebelumnya dan bagaimana anda m emotivasi team tersebut sehingga dapat
meraih sukses di tahun berikutnya.

6.Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?

7.Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dim ana anda mencoba untuk
menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?

8.Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang
tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.
Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah pihak,
dalam wawancara kerja si pelam ar juga biasanya diberikan kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat baik jika pelamar
mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:

· Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?

· Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantangan terbesar bagi
pemegang jabatan ini?

No comments:

Post a Comment


Masukkan Code ini K1-D1874D-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
There was an error in this gadget

ShoutMix chat widget

Reader Community

 
Copyright 2009 http://www.lowongankerja-bamsyul.co.cc/ | This Web is proudly powered by Blogger.com | Support by CO.CC |Template by Angga Leo Putra