Berisi Tentang Info Lowongan-Lowongan Terbaru, Tips Interview, dan Tips Melamar kerja
Download TV Software. It's safe to install

Arsip Blog

Recent Post

javascript:void(0)
Showing posts with label Melamar Kerja. Show all posts
Showing posts with label Melamar Kerja. Show all posts

Thursday, July 9, 2009

Resume Surat Lamaran dan CV

Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi qualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.

Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak modelresume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.

Pertanyaan yang patut diajukan kemudian adalah bagaimana membuat resume yang baik sehingga menarik bagi pembaca dan mampu memberikan gambaran tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh sang pelamar. Lalu apa sebenarnya

perbedaan antara Resume dan Curricullum Vitae (CV)?


Resume vs Curriculum Vitae

Secara singkat dapat dikatakan bahwa resume adalah kumpulan atau daftar yang menyangkut riwayat pendidikan dan pekerjaan/karir seseorang dengan penekanan pada keahlian, ketrampilan dan pengalaman yang dimilikinya. Sedangkan Curriculum Vitae adalah kumpulan atau daftar yang berisi riwayat pendidikan, pekerjaan, penghargaan/prestasi/gelar yang pernah diperoleh seseorang dan faktor-faktor lain yang dianggap berguna oleh orang tersebut selama hidupnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada beberapa faktor sebagai berikut:

1.

Faktor Materi

*

Resume

Riwayat pendidikan dan pekerjaan/karir dengan penekanan pada keahlian, ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki.
*

CV

Riwayat pendidikan, pekerjaan, penghargaan/prestasi/gelar, yang pernah diperoleh seseorang, keanggotaan organisasi, hasil karya dan faktor-faktor lain yang dianggap berguna oleh seseorang selama hidupnya.

2.

Faktor Penggunaan

*

Resume

Untuk melamar pekerjaan dengan posisi atau jabatan yang menuntut pengalaman dan ketrampilan yang tinggi. Seringkali digunakan untuk jabatan-jabatan pada level managerial.
*

CV

Pelamar pemula yang belum memiliki pengalaman kerja Untuk melamar pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti Dosen, Guru, Peneliti, Wakil Rakyat, Militer. Di Indonesia, CV merupakan salah satu alat yang digunakan untuk seleksi kenaikan jabatan atau yang dulu popular dengan nama “Litsus” untuk PNS.

3.

Faktor Format

*

Resume

Ditulis secara kronologis atau pun fungsional, atau bisa juga kombinasi keduanya
*

CV

Pada umumnya ditulis secara kronologis: pertama masuk sekolah sampai tingkatan terakhir, atau pertama kali bekerja sampai pekerjaan terakhir.

4.

Faktor Kedalaman Informasi

*

Resume

Ruang lingkup Informasi yang disajikan terbatas tetapi sangat rinci dan mendalam.
*

CV

Ruang lingkup Informasi yang disajikan banyak tetapi tidak secara rinci dan mendalam.

5.

Faktor Informasi Pribadi

*

Resume

Sangat jarang diikutsertakan, kecuali memang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
*

CV

Memuat hal-hal pribadi seperti hobby, musik yang disukai, status perkawinan, kebangsaan, tinggi & berat badan, dll.

6.

Faktor Panjang

*

Resume

1 – 2 Halaman
*

CV

3 – 4 Halaman


Meski keduanya memiliki perbedaan, namun dalam praktek seringkali perusahaan tidak dapat membedakan mana yang mereka butuhkan, apakah Resume atau CV. Oleh karena itu, pelamar haruslah jeli dalam melihat persoalan tersebut sebab bagaimanapun juga pada akhirnya pelamarlah yang harus menyesuaikan diri dengan perusahaan, bukan sebaliknya.


Manfaat.


Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan ditengah-tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, di tambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring / menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca. Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:

*

Memberikan fakta-fakta tentang latarbelakang pelamar.
*

Menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku
*

Jabatan yang dilamar
*

Memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya


Beberapa Saran

Bagi anda pencari kerja yang mungkin mengalami masalah dalam membuat resume, mungkin ada

baiknya anda mempertimbangkan beberapa saran berikut ini:

1.

Isi dan Penampilan

*

Nama jabatan & Uraian Jabatan: Tulis nama jabatan anda dan lengkapi dengan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas harian Anda. Usahakan untuk menuliskan aktivitas-aktivitas yang dapat diukur. Ingat: Anda harus dapat memberitahu pembaca tentang apa persisnya pekerjaan yang telah anda lakukan

*

Tanggal dan Tempat. Tulislah riwayat pendidikan dan pekerjaan anda secara tepat. Misalnya: kapan anda diterima bekerja dan kapan anda keluar dari perusahaan X, kapan anda menjabat sebagai .... atau kapan anda pindah kerja dari kantor pusat ke kantor cabang. Ingat: Jangan membuat pembaca menebak-nebak kapan anda bekerja dan untuk berapa lama.

*

Rinci. Jelaskan kata-kata atau istilah-istilah teknikal/khusus yang mungkin ada dalam resume anda sedetil mungkin.
*

Rinci. Jelaskan kata-kata atau istilah-istilah teknikal/khusus yang mungkin ada dalam resume anda sedetil mungkin.
*

Proporsional. Tuliskan pekerjaan atau pendidikan sesuai dengan kepentingan si pembaca dan buatlah secara proporsional. Contoh: Jika anda melamar sebagai Marketing Manager hendaklah anda tidak menulis hanya satu paragraph mengenai pekerjaan anda sebagai Sales Manager dan tiga paragraph lainnya tentang kegiatan anda sebagai Trainer.
*

Relevansi. Tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar. Contoh: Tidak perlu menuliskan pengalaman berorganisasi anda selama kuliah meskipun anda menjabat sebagai ketua Senat Mahasiswa selama beberapa periode, jika pekerjaan yang anda lamar tidak berhubungan dengan kemampuan organisasi atau leadership.
*

Explicit. Jangan membuat resume yang membuat pembaca berimajinasi. Contoh: jangan berasumsi bahwa pembaca tahu bahwa anda tamatan Unika Atma Jaya Jakarta, atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jika anda tidak menuliskan nama kota bisa jadi pembaca menganggap anda tamatan dari kota lain.
*

Panjang. Pada umumnya resume hanya terdiri dari 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat karir dan pendidikan yang anda rasa sangat penting untuk ditampilkan menuntut anda untuk memperpanjang, maka 3 (tiga) halaman resume masih dapat diterima.
*

Tanda baca, ejaan, dan tata bahasa. Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tanda baca, ejaan maupun tata bahasa. Jika anda menulis resume dalam bahasa Inggris, cobalah minta untuk direview oleh teman/kerabat yang menguasai bahasa tersebut, jika memang anda belum yakin.
*

Mudah dibaca. Resume yang dibuat secara kacau balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat resume yang mudah dibaca, tidak terpisah-pisah dan logis.
*

Penampilan. Pilihlah format terbaik yang dapat anda tampilkan untuk membuat resume, termasuk disini adalah pemilihan jenis huruf, kertas yang digunakan serta paduan warna (jika menggunakan printer warna). Tampilan resume yang asal-asalan hanya akan berakhir di kotak sampah atau mesin penghancur kertas, meski pengirimnya mungkin memiliki kualifikasi yang sangat baik.


2.

Menunjukkan Kualifikasi

Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat anda tonjolkan adalah:

*

Penghargaan atau reward yang pernah diterima sesuai dengan jabatan yang dilamar. Contoh: jika anda melamar sebagai IT Manager, pihak perusahaan (recruiter) tentu ingin tahu kemampuan anda di bidang teknik dan bagaimana kemampuan tersebut dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain. Jika anda pernah menerima penghargaan di bidang tersebut, tuliskanlah. Dengan demikian perusahaan akan tahu dimana tingkatan kemampuan anda.
*

Prestasi Akademik. Tuliskan gelar dan prestasi akademik yang anda raih sertakan juga judul Tugas Akhir/Skripsi/Thesis/Disertasi.
*

Kemampuan Tambahan. Kemampuan tambahan dapat berupa kemampuan mengoperasikan program komputer atau pelatihan-pelatihan khusus yang pernah diikuti.
*

Keanggotaan dalam organisasi professional. Jika anda terlibat dalam organisasi professional seperti Assiosiasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Ikatan Akuntan Indonesia (AAI), dll yang berguna bagi pembaca, jangan segan untuk menuliskannya.
*

Indikator Kesuksesan. Anda dapat menuliskan berbagai indikator kesuksesan yang pernah anda peroleh, misalnya beasiswa karena kecerdasan anda, dikirim training ke luar negeri karena keberhasilan anda dalam perusahaan, keberhasilan anda menekan biaya operasional di divisi anda, dll.
*

Pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan. Tuliskan semua pengalaman yang pernah anda alami sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar. Cth: jika pekerjaan yang anda lamar menuntut anda untuk sering melakukan traveling keluar negeri, pastikan pembaca tahu

bahwa anda mahir berbahasa Inggris.


3.

Perhatian Khusus

Selain kedua faktor yang telah disebutkan diatas, dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:


*

Riwayat Gaji (Gaji yang pernah diterima dan yang diharapkan). Dalam hal pencantuman jumlah gaji yang diterima dan yang diharapkan, pelamar harus sangat berhati-hati dalam memutuskan perlu tidaknya mencantumkan hal tersebut dalam resume. Untuk itu pelamar dituntut kejeliannya dalam melihat iklan lowongan kerja atau informasi tentang lowongan kerja tersebut. Pada lowongan kerja yang sudah mencantumkan

Saturday, June 27, 2009

Kesalahan Umum Dalam Melamar Kerja

Sejak awal Anda harus menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul
saat melamar pekerjaan. Nah, ada baiknya Anda ketahui 8 kesalahan umum yang
seringkali dilakukan para pencari kerja. Coba simak di bawah ini:


Jangan pernah menganggap sepele kelengkapan surat lamaran. Maka sebelum
melayangkan surat lamaran Anda, periksa kembali kelengkapan dokumen Anda.
Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran Anda, bisa dijadikan alasan penolakan
permohonan kerja. So, lengkapi selalu dokumen lamaran Anda.

Referensi memang perlu Anda sertakan bersama surat lamaran dan curriculumvitae (CV). Tapi mencantumkan daftar referensi yang kelewat panjang juga bisamenimbulkan salah pengertian. Bisa jadi, Anda akan dianggap suka memamerkan
dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar
penting, yang sekiranya dapat menambah penilaian. Jika referensi Anda tidak
berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar sebaik nya tidak usah
disertakan.


Jam karet memang sudah menjadi budaya di Indonesia tapi hendaknya jangan
sampai menulari Anda. Sekali Anda datang terlambat saat wawancara pekerjaan,
penilaian terhadap diri Anda akan minus. Apalagi jika Anda melamar ke
perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka cobalah
untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.

Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara Anda
berbusana menjadi hal yang sangat penting saat Anda datang melamar pekerjaan
atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri
ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim
digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan
penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapih,
pemakaian sepatu dan tas yang pantas.



Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan
secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya.
Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran
atau menyapa seseorang.


Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakui ketrampilan yang tidak Anda
miliki. Ingat, penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti
bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-
buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktek langsung untuk menguji
kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba -coba menonjolkan sesuatu
yang tidak Anda miliki.

Kiat-kiat Mendapatkan Pekerjaan

Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada
pelamar yang hanya mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipangg il wawancara dan
langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat
lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak kunjung diterima
bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tingg i juga seringkali bukan
jaminan untuk bisa diterima bekerja. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok terakhir
yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran tetapi tidak kunjung diterima bekerja
seringkali menjadi frustrasi dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan semangat untuk
mencari pekerjaan. Akibat nya mereka cenderung menjadi penganggur dan memiliki konsep
diri yang negatif.

Demi menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi frustrasi maka ada beberapa hal
yang harus dipahami dan dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya
dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup ini, maka mencari pekerjaan pun
memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orang-orang
yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa
disebut Hyper-kompetisi) dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu
menjadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari monster.com diantaranya adalah
sebagai berikut:

1 Pem ahaman terhadap Proses Pencari an Pekerja

Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berg una bag i
pencari kerja agar terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan
dipahami pencari kerja misalnya:
Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan
talenta yang dimiliki

Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan
manfaat bagi perusahaan yang dilamar
Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena
pasti membutuhkan waktu
Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
Mencari pekerjaan harus pantang menyerah

2 Kenali Diri Anda Sendiri

Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda.
Jika anda memahami hal tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan
jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang akan anda pilih.

3 Tentukan Tujuan Karir Anda


Putuskan jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan
bila perlu tentukan juga lokasi atau area dimana anda akan bekerja.


4 Buatlah Career Portfolio

Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen peleng kap seperti:


Surat Lamaran (baca juga artikel: Menulis Surat Lamaran Kerja)
Resume (baca juga artikel: Membuat Resume)
Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
Kartu Nama (jika ada)

5 Perluas Jaringan


Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus
memiliki jaringan atau net working untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan
tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa bekerjasama dengan
teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang
dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk

mendapatkan pekerjaan atau setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang
tersedia. (baca juga artikel: Networking dan Usaha Mendapatkan Pekerjaan)

6 Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar

Kenyataan pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK atau para pencari kerja
yang "ditipu" oleh si pemberi pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi anda sebelum
mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan sampai anda melamar di perusahaan
yang kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk
mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci
tentang perusahaan yang meny ediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup
kemampuan finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau
kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan kecocokan dengan tujuan
karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda
melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan
lowongan kerja yang diterbitkan di media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun
anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi pekerjaan.

7 Melamar

Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus
benar-benar mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara
seksama. Lakukan hal yang sama setiap kali anda melamar pekerjaan. (baca juga artikel:
Menulis Surat Lamaran Kerja dan Membuat Resume)

8 Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan".
Artinya jika anda sudah memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan
untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi anda
secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan diri
dalam menghadapi wawancara kerja. (baca juga artikel: Menyiasati Wawancara Kerja)

9 Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan

Seperti yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah gampang-gampang

susah, maka konsekuensi logis yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima
atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa mendapatkan pekerjaan adalah
suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak sendiri
oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang
terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara
elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang anda
lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih
penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti
dengan membuat kesepakatan kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan
sebelum mulai bekerja.

10 Evaluasi Proses


Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa
langkah di atas, maka anda perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan.
Tanyakan pada diri anda sendiri:
Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?
Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa
melakukan langkah-langkah yang optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada
orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau psikolog. Dengan bantuan mereka
anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda
mendapatkan pekerjaan.

Dengan pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian pekerjaan diharapkan individu
memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil
memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi anda semua yang
saat ini sedang mencari pekerjaan. Selamat mencoba. (jp)
Backlink Lists|Free Backlinks

Masukkan Code ini K1-D1874D-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
CO.CC:Free Domain

ShoutMix chat widget

Reader Community

 
Copyright 2009 http://www.lowongankerja-bamsyul.co.cc/ | This Web is proudly powered by Blogger.com | Support by CO.CC |Template by Angga Leo Putra