SELESAI tahapan seleksi awal melalui surat lamaran dan psikotes, proses
selanjutnya dalam penerimaan calon pengawai biasanya dengan wawancara
pekerjaan. Itu tentu dilakukan setelah pencari pekerja dianggap memiliki potensi
dan dapat mem berikan nilai tambah bagi perkembangan perusahaan.
Sebagian besar para pencari kerja biasanya m engeluhkan tahapan wawancara
yang dinilainya sebagai bagian tersulit dari seluruh proses penjaringan. Padahal,
pertanyaan yang diberikan biasanya tidak jauh berbeda antara satu perusahaan
dengan perusahaan lainnya.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan pencari kerja agar siap menghadapi
wawancara kerja tadi. Langkah pertama adalah dengan memahami tujuan dari
wawancara yang akan dilaksanakan perusahaan tersebut. Itu penting untuk
memudahkan dalam mempersiapkan diri. Maksud dari wawancara kerja menurut
K. C. Bland, dalam bukunya Pedoman Praktis Melamar Pekerjaan adalah upaya
mencari informasi tambahan sekaligus klarifikasi dari calon pengawai.
Bagi perusahaan, wawancara kerja sangat penting dan merupakan metoda yang
paling diandalkan untuk menggali informasi tentang calon pengawainya secara
utuh. Perusahaan pada saat itu bisa langsung melihat kecakapan dan potensi
yang dimiliki si pencari kerja.
Secara umum, wawancara kerja dilakukan paling banyak dua kali. Namun, pada
perusahaan tertentu bisa dilakukan berulang-ulang, sebelum memutuskan untuk
menerima calon karyawan tersebut. Itu biasanya dilakukan secara khusus untuk
jabatan tertentu, sebelum menentukan pilihan.
Kerap kali perusahaan menjadikan wawancara sebagai benteng terakhir untuk
mengetahui karakteristik calon pengawainya. Calon pengawai harus
menggunakan kesempatan ini untuk menawarkan yang terbaik dari dirinya.
Wawancara kerja merupakan peluang emas untuk mengubah posisi dari calon
menjadi pegawai yang sebenarnya. Pergunakanlah kesempatan ini untuk
menjelaskan secara langsung semua pengetahuan, keterampilan, pengalaman,
dan beragam aspek lain yang dimiliki demi menyakinkan perusahaan.
Alasannya, tidak ada cara lain untuk menyakinkan perusahaan bahwa Anda
adalah calon yang layak.
Bila dalam surat lamaran kerja hanya memberikan informasi singkat, maka
wawancara adalah pembuktian dari apa yang ditulis si pencari kerja tadi. Apa
yang diklaim dalam surat tersebut harus dapat dibuktikan saat wawancara kerja.
Secara umum ada dua tipe wawancara yang dilakukan perusahaan besar, yaitu
wawancara penyaringan atau pendahuluan dan wawancara seleksi. Wawancara
pertama bersifat pendahuluan yang biasanya tidak memerlukan waktu yang
lama. Informasi yang digalinya yaitu berdasarkan surat lamaran dan daftar
riwayat hidup. Wawancara ini untuk memastikan bahwa si pelamar kerja telah
memberikan semua informasi yang diperlukan.
Pertanyaan yang diajukan biasanya diarahkan untuk pengumpulan data yang
tampak dipermukaan, seperti tentang pengetahuan, keterampilan, dan
kemampuan dalam m elakukan pekerjaan yang akan ditawarkan. Kemudian
pertanyaan lainnya tentang sikap dan antusiasme yang disesuaikan dengan
kebutuhan perusahaan. Yang terpenting lainnya adalah sikap si pencari kerja
apakah dia bisa berkerja sama dalam satu tim atau tidak.
Wawancara kedua, masih menurut K. C. Bland yaitu wawancara yang intensif
dengan waktu yang lebih lama. Wawancara tersebut tidak hanya bersifat satu
arah saja, tetapi juga dilakukan untuk saling berinteraksi antara dua pihak yang
berkepentingan.
Pertanyaannya bisa dijawab bebas, tidak harus iya dan tidak. Jawabannya
tergantung kepada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki si pencari kerja.
Wawancara ini jauh lebih fleksibel dari tipe pertama dan bisa membahas subyek
yang beragam. Calon pegawai akan diajak untuk lebih menggali potensi dirinya
dalam memandang satu permasalahan tertentu. Biasanya yang ditanyakan yaitu
tentang suatu masalah yang pernah dihadapi si pencari kerja berikut solusinya.
Malahan si pencari kerja harus mempersiapkan pula solusi alternatif jika solusi
pertama dipandang kurang kena sasaran.
Oleh karena itu, dalam menjawab wawancara kedua ini diperlukan keterampilan
komunikasi yang baik. Keberhasilan sangat ditentukan oleh kemam puan dalam
menerangkan secara terperinci kondisi yang berhubungan dengan masalah
tersebut. Yang harus diingat bagi para pelamar kerja, wawancara ini tidak hanya
bagi yang telah berpengalaman kerja, tetapi juga untuk mereka yang baru lulus
dari sekolah.
Biasanya pertanyaannya dimodifikasi menjadi pengalaman sehari-hari saat di
sekolah atau di organisasi tertentu. Berdasarkan semua jawaban ini perusahaan
akan mengetahui bagaimana sebenarnya kemampuan Anda di luar ijazah
sekolah, dan dalam bertindak sehari-hari.
Dalam wawancara selanjutnya sangat penting untuk dapat berpikir secara cepat
dan tepat. Untuk itu, susunlah kerangka jawaban secara sistematis dan
pahamilah permasalahan yang diajukan dalam wawancara tersebut. Setelah di
mengerti baru memberikan jawabannya secara akurat. Kemudian paham i pula
apakah jawaban yang diberikan tadi benar-benar bisa menyelesaikan
masalah.(ovi) ***
Saturday, June 27, 2009
Tips Menentukan Gaji dalam Interview
Setelah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara kerja, besar kemungkinan
anda akan diterima di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah
mempersiapkan diri untuk menerima pertanyaan, "Berapa gaji yang anda inginkan ?"
Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika
meminta jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya
merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda
akan diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya
dibayarkan perusahaan tersebut.
Setelah bekerja selama beberapa waktu, alu anda mengetahui fakta tersebut, pastilah
anda akan merasa kecewa. Dan solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini
bukanlah proses yang mudah. Untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat
interview, ikuti petunjuk berikut :
PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi
dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa,
terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid
yang memuat mengenai survey/informasi gaji.
PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda
inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi yang bisa
didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji.
Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang
pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa
lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang
lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang
memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal
yang dinginkan.
PERATURAN KE 3 : Berlatih
Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu
tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi,
pewawancara malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan
kesempatan.
Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah
sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk
itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang
mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima
bekerja di tempat tersebut.
Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak
harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk
mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan
lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak.
Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan
lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan
nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.
BEBER APA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI
--- . Perusahaan melakukan "secreening phobe call"
Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk
posisi tersebut.
Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut, anda sebaiknya
merespon dengan mengatakan, "Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai
standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang
ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir, bonus, komisi, dan jenis profit
sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,-
(berikan kisaran yang luas). Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam Y.
Apakah Bapak/ibu bersedia mempertimbangkan ?.
-- . Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal
wawancara, anda punya 3 pilihan :
* Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, "Saya melamar untuk posisi ini
karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda. Tetapi saya rasa saya
baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua "yakin" bahwa saya
memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini."
* Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, "Selama saya dibayar
sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk
posisi ini, saya rasa tidak ada masalah."
* "Membalikkan" pertanyaan kepada pewawancara. Jika pewawancara melontarkan
pertanyaan di awal wawancara , "Jika anda diterima bekerja di sini, berapa gaji yang
anda inginkan ?". Maka anda bisa menjawab seperti ini, "Saya sangat tertarik untuk
berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin
mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti
saya, berapakah standar gaji di perusahaan ini ?".
-- Negoisasi gaji di pertengahan wawancara --
* Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/bisa anda terima.
Pewawancara mengatakan, "Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan
Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ?. Yang harus anda katakan,
"Saya sangat menghargai tawaran ini.
Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di
perusahaan ini. Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan
untuk gaji pokok, ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang
lembur, dan fasilitas lainnya.
* Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yang di tawarkan. Yang harus anda
katakan, "Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini.
Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan benefit bagi perusahaan ini.
Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari
perusahaan lain, saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan "ya"
untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapak/Ibu sebutkan tadi.
* Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan. Yang harus anda
katakan, "Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini.
Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di
perusahaan ini.
Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya,
untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor
penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang
karir,dan sebagainya.
* Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji. Yang harus anda katakan, "Dari
apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah
sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya
mengharapkan gaji pada middle range, katakanlah Rp yyy. Baagimana menurut
Bapak/Ibu ?".
* Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara. Ini berarti
pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, "Saya
siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini." Dan jika gaji ditawarkan
memang seperti apa yang anda inginkan, katakan, "Hal terpenting bagi saya adalah
kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan
sangat kompetitif."
Petunjuk untuk "FRESH GRADUATES".
- Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda
sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit
mereka.
- Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan
tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan
penawaran apapun bagi anda.
- Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan
dan keahlian. Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja.
- Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ?. 95% nya berdasarkan
kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus
yang anda miliki.
PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat
Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :
- Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi atau level apa ?.
- Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini ?.
- Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?.
- Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang ?.
- PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN
DALAM BENTUK TERTULIS.
- PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG
DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.
Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :
* Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi & mata) .Walaupun
perusahaan tidak meng-cover semua biaya, fasilitas ini akan membuat anda membayar
lebih murah.
* Asuransi jiwa.
anda akan diterima di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah
mempersiapkan diri untuk menerima pertanyaan, "Berapa gaji yang anda inginkan ?"
Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika
meminta jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya
merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda
akan diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya
dibayarkan perusahaan tersebut.
Setelah bekerja selama beberapa waktu, alu anda mengetahui fakta tersebut, pastilah
anda akan merasa kecewa. Dan solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini
bukanlah proses yang mudah. Untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat
interview, ikuti petunjuk berikut :
PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi
dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa,
terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid
yang memuat mengenai survey/informasi gaji.
PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda
inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi yang bisa
didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji.
Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang
pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa
lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang
lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang
memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal
yang dinginkan.
PERATURAN KE 3 : Berlatih
Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu
tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi,
pewawancara malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan
kesempatan.
Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah
sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk
itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang
mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima
bekerja di tempat tersebut.
Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak
harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk
mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan
lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak.
Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan
lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan
nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.
BEBER APA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI
--- . Perusahaan melakukan "secreening phobe call"
Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk
posisi tersebut.
Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut, anda sebaiknya
merespon dengan mengatakan, "Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai
standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang
ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir, bonus, komisi, dan jenis profit
sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,-
(berikan kisaran yang luas). Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam Y.
Apakah Bapak/ibu bersedia mempertimbangkan ?.
-- . Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal
wawancara, anda punya 3 pilihan :
* Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, "Saya melamar untuk posisi ini
karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda. Tetapi saya rasa saya
baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua "yakin" bahwa saya
memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini."
* Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, "Selama saya dibayar
sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk
posisi ini, saya rasa tidak ada masalah."
* "Membalikkan" pertanyaan kepada pewawancara. Jika pewawancara melontarkan
pertanyaan di awal wawancara , "Jika anda diterima bekerja di sini, berapa gaji yang
anda inginkan ?". Maka anda bisa menjawab seperti ini, "Saya sangat tertarik untuk
berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin
mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti
saya, berapakah standar gaji di perusahaan ini ?".
-- Negoisasi gaji di pertengahan wawancara --
* Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/bisa anda terima.
Pewawancara mengatakan, "Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan
Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ?. Yang harus anda katakan,
"Saya sangat menghargai tawaran ini.
Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di
perusahaan ini. Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan
untuk gaji pokok, ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang
lembur, dan fasilitas lainnya.
* Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yang di tawarkan. Yang harus anda
katakan, "Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini.
Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan benefit bagi perusahaan ini.
Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari
perusahaan lain, saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan "ya"
untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapak/Ibu sebutkan tadi.
* Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan. Yang harus anda
katakan, "Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini.
Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di
perusahaan ini.
Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya,
untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor
penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang
karir,dan sebagainya.
* Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji. Yang harus anda katakan, "Dari
apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah
sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya
mengharapkan gaji pada middle range, katakanlah Rp yyy. Baagimana menurut
Bapak/Ibu ?".
* Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara. Ini berarti
pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, "Saya
siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini." Dan jika gaji ditawarkan
memang seperti apa yang anda inginkan, katakan, "Hal terpenting bagi saya adalah
kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan
sangat kompetitif."
Petunjuk untuk "FRESH GRADUATES".
- Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda
sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit
mereka.
- Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan
tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan
penawaran apapun bagi anda.
- Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan
dan keahlian. Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja.
- Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ?. 95% nya berdasarkan
kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus
yang anda miliki.
PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat
Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :
- Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi atau level apa ?.
- Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini ?.
- Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?.
- Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang ?.
- PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN
DALAM BENTUK TERTULIS.
- PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG
DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.
Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :
* Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi & mata) .Walaupun
perusahaan tidak meng-cover semua biaya, fasilitas ini akan membuat anda membayar
lebih murah.
* Asuransi jiwa.
Labels:
Wawancara Kerja
Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan Dalam Wawancara
Dalam wawancara kerja, umumnya anda akan dihadapkan pada pertanyaan "Apa kekurangan dan kelebihan anda..?". Meski kedengarannya sepele tapi ternyata banyak yang masih bingung dalam menjawab pertanyaan semacam ini. Padahal pertanyaan ini mau nggak mau harus dijawab. Karena bisa jadi jawaban dari pertanyaan ini mempengaruhi keputusan penerimaan.
Sebenarnya wajar sih kalau anda bingung. Masalahnya mengungkap kelebihan diri sendiri bukanlah hal yang gampang, apalagi mengungkapkan kekurangan diri. Rasanya anda harus mengerutkan kening untuk menjawabnya. Tapi sekarang nggak perlu grogi lagi kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Kuncinya, anda harus mengungkapkan kelebihan diri tanpa kesan sombong dan berlebihan, sedangkan untuk mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan kualitas diri anda sendiri.
Sebaiknya dalam mengungkapkan kelebihan, anda harus mempertimbangkan kemampuan dasar yang sudah anda miliki kemudian menggabungkannya dengan kemampuan khusus yang dituntut oleh perusahaan yang memanggil anda. Perlu anda catat, kemampuan dasar biasanya berkaitan dengan 'soft skill' seperti kemampuan menganalisis, kerjasama, komunikasi, memimpin organisasi, dan lain-lain.
Jangan ragu untuk mengungkapkan semua kemampuan tersebut. Karena perusahaan akan menghargai kemampuan dasar anda, alasannya hal ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan diri. Sedangkan kemampuan khusus seringkali berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis yang diperlukan perusahaan, misalnya kemampuan akunting, kemampuan mengelola data, kemampuan bahasa, pemasaran, dll. Dan kemampuan khusus ini biasanya semakin meningkat dengan beberapa pengalaman kerja anda di perusahaan terdahulu. So, biar perusahaan berpikir seribu kali untuk menolak anda, jualah kemampuan dasar dan kemampuan khusus yang sudah anda miliki.
Lalu bagaimana cara mengungkapkan kekurangan anda...? Untuk kekurangan, sampaikanlah hal-hal khusus yang berkaitan dengan belum banyaknya pengalaman yang anda dapatkan dalam bidang tertentu. Sampaikan tanpa nada merendahkan diri dan katakan bahwa anda adalah orang yang selalu ingin belajar. Katakan juga bahwa anda merupakan orang yang cepat memahami dalam mempelajari sesuatu. Dan juga katakan bahwa anda bukanlah orang yang pasrah dengan kekurangan.
Pendek kata, anda tidak keberatan mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai kemajuan yang diharapkan. Dengan demikian anda telah mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan diri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa anda memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Sehingga perusahaan akan menilai bahwa anda adalah orang yang punya motivasi untuk terus berkembang.
So, walau anda telah mengungkapkan kekurangan, perusahaan tetap menilai positif diri anda. Dan selanjutnya, tunggu aja keputusan perusahaan! Percaya deh kalau kekurangan anda tidak lebih banyak dibanding kelebihan anda yang menguntungkan perusahaan, perusahaan akan tertarik mengajak anda
bergabung. Tapi jika anda sudah benar-benar bergabung dengan perusahaan terse but tentu saja apa yang sudah anda 'jual' dalam wawancara harus bisa anda buktikan.
Sebenarnya wajar sih kalau anda bingung. Masalahnya mengungkap kelebihan diri sendiri bukanlah hal yang gampang, apalagi mengungkapkan kekurangan diri. Rasanya anda harus mengerutkan kening untuk menjawabnya. Tapi sekarang nggak perlu grogi lagi kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Kuncinya, anda harus mengungkapkan kelebihan diri tanpa kesan sombong dan berlebihan, sedangkan untuk mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan kualitas diri anda sendiri.
Sebaiknya dalam mengungkapkan kelebihan, anda harus mempertimbangkan kemampuan dasar yang sudah anda miliki kemudian menggabungkannya dengan kemampuan khusus yang dituntut oleh perusahaan yang memanggil anda. Perlu anda catat, kemampuan dasar biasanya berkaitan dengan 'soft skill' seperti kemampuan menganalisis, kerjasama, komunikasi, memimpin organisasi, dan lain-lain.
Jangan ragu untuk mengungkapkan semua kemampuan tersebut. Karena perusahaan akan menghargai kemampuan dasar anda, alasannya hal ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan diri. Sedangkan kemampuan khusus seringkali berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis yang diperlukan perusahaan, misalnya kemampuan akunting, kemampuan mengelola data, kemampuan bahasa, pemasaran, dll. Dan kemampuan khusus ini biasanya semakin meningkat dengan beberapa pengalaman kerja anda di perusahaan terdahulu. So, biar perusahaan berpikir seribu kali untuk menolak anda, jualah kemampuan dasar dan kemampuan khusus yang sudah anda miliki.
Lalu bagaimana cara mengungkapkan kekurangan anda...? Untuk kekurangan, sampaikanlah hal-hal khusus yang berkaitan dengan belum banyaknya pengalaman yang anda dapatkan dalam bidang tertentu. Sampaikan tanpa nada merendahkan diri dan katakan bahwa anda adalah orang yang selalu ingin belajar. Katakan juga bahwa anda merupakan orang yang cepat memahami dalam mempelajari sesuatu. Dan juga katakan bahwa anda bukanlah orang yang pasrah dengan kekurangan.
Pendek kata, anda tidak keberatan mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai kemajuan yang diharapkan. Dengan demikian anda telah mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan diri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa anda memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Sehingga perusahaan akan menilai bahwa anda adalah orang yang punya motivasi untuk terus berkembang.
So, walau anda telah mengungkapkan kekurangan, perusahaan tetap menilai positif diri anda. Dan selanjutnya, tunggu aja keputusan perusahaan! Percaya deh kalau kekurangan anda tidak lebih banyak dibanding kelebihan anda yang menguntungkan perusahaan, perusahaan akan tertarik mengajak anda
bergabung. Tapi jika anda sudah benar-benar bergabung dengan perusahaan terse but tentu saja apa yang sudah anda 'jual' dalam wawancara harus bisa anda buktikan.
Labels:
Wawancara Kerja
Teknik Wawancara Kerja
Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam
melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan
wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali
mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.
1. Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka
seperti "mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini",dan "apa kelebihan dan
kekurangan anda". Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional
akan sangat tergantung pada kem ampuan si pelamar dalam berkomunikasi
menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban
yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak
bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV
pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin
menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki
pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan,
apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan
harapan recruiter, dan apakah si pelam ar akan bisa bekerja dalam team dan
memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.
2. Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa "performance"
(kinerja) di masa lalu merupakan indicator terbaik untuk meramalkan perilaku
pelamar di masa mendatang. Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering
digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh
perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-
masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk
mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu
sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu
tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan
yang biasanya diajukan antara lain: "coba anda ceritakan pengalaman anda
ketika gagal mencapai target yang ditetapkan", dan "berikan beberapa contoh
tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani
beberapa proyek sekaligus". Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut
si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan
dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi
pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari
pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang
dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si
pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung
pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan
dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus.
Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban
yang mencakup 4 (empat) hal:
(1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu,
(2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi
yang terjadi,
(3) menceritakan hasil yang dicapai, dan
(4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari).
Dalam wawancara behavioral ini teknik yang paling sering dipergunakan
adalah yang disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R.
A. Situation/Problem/Task
Pelamar diminta untuk menggambarkan situasi yang terjadi atau tugas- tugas
yang harus dilaksanakannya pada masa lalu. Pelamar harus menggambarkan
situasi atau tugas tersebut secara spesifik, rinci dan mudah dipahami oleh
pewawancara. Situasi atau tugas yang digambarkan dapat berasal dari
pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah, pengalaman tertentu,
atau berbagai kejadian yang relevan dengan pertanyaan si pewawancara
B. Action
Pelamar diminta untuk menggambarkan tindakan-tindakan yang diambil dalam
menghadapi situasi / masalah / tugas di atas. Dalam hal ini pelamar harus bisa
memfokuskan pada permasalahan.
Meskipun mungkin permasalahan yang ada ditangani oleh beberapa orang atau
team, pelamar harus memberikan penjelasan tentang apa saja peranannya
dalam team tersebut - jangan mengatakan apa yang telah dilakukan oleh team
tetapi apa yang telah dilakukan pelamar sebagai bagian dari team.
C. Results
Pelamar diminta menjelaskan hasil-hasil apa saja yang dicapai. Apa saja
hambatan yang terjadi jika hasil tidak tercapai. Apa yang terjadi kemudian
setelah permasalahan tersebut selesai dikerjakan. Lalu apa pelajaran yang
dapat dipetik oleh pelamar dari kejadian tersebut.
MENANGANI PERTANYAAN BERSIFAT UMUM
Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam Wawancara kerja
sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si pewawancara. Jika
menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-
pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:
1.Jelaskan pada saya bagaimana anda menggam barkan diri anda?
2.Apa kelebihan dan kekurangan anda?
3.Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang terdahulu /
ketika sekolah?
4.Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?
5.Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?
6.Darimana anda mengetahui perusahaan ini?
7.Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?
8.Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini,apa yang akan anda lakukan?
9.Apa itu professionalisme menurut anda?
10.Apa itu teamwork menurut anda?
11.Apa hoby anda?
Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral,
maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat
tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut.
2.Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika
anda melakukan presentasi.
3.Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus
melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang
harus didahulukan.
4.Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam
setahun terakhir ini? Mengapa demikian?
5.Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun
sebelumnya dan bagaimana anda m emotivasi team tersebut sehingga dapat
meraih sukses di tahun berikutnya.
6.Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?
7.Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dim ana anda mencoba untuk
menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?
8.Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang
tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.
Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah pihak,
dalam wawancara kerja si pelam ar juga biasanya diberikan kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat baik jika pelamar
mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:
· Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?
· Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantangan terbesar bagi
pemegang jabatan ini?
melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan
wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali
mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.
1. Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka
seperti "mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini",dan "apa kelebihan dan
kekurangan anda". Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional
akan sangat tergantung pada kem ampuan si pelamar dalam berkomunikasi
menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban
yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak
bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV
pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin
menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki
pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan,
apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan
harapan recruiter, dan apakah si pelam ar akan bisa bekerja dalam team dan
memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.
2. Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa "performance"
(kinerja) di masa lalu merupakan indicator terbaik untuk meramalkan perilaku
pelamar di masa mendatang. Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering
digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh
perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-
masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk
mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu
sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu
tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan
yang biasanya diajukan antara lain: "coba anda ceritakan pengalaman anda
ketika gagal mencapai target yang ditetapkan", dan "berikan beberapa contoh
tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani
beberapa proyek sekaligus". Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut
si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan
dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi
pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari
pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang
dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si
pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung
pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan
dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus.
Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban
yang mencakup 4 (empat) hal:
(1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu,
(2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi
yang terjadi,
(3) menceritakan hasil yang dicapai, dan
(4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari).
Dalam wawancara behavioral ini teknik yang paling sering dipergunakan
adalah yang disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R.
A. Situation/Problem/Task
Pelamar diminta untuk menggambarkan situasi yang terjadi atau tugas- tugas
yang harus dilaksanakannya pada masa lalu. Pelamar harus menggambarkan
situasi atau tugas tersebut secara spesifik, rinci dan mudah dipahami oleh
pewawancara. Situasi atau tugas yang digambarkan dapat berasal dari
pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah, pengalaman tertentu,
atau berbagai kejadian yang relevan dengan pertanyaan si pewawancara
B. Action
Pelamar diminta untuk menggambarkan tindakan-tindakan yang diambil dalam
menghadapi situasi / masalah / tugas di atas. Dalam hal ini pelamar harus bisa
memfokuskan pada permasalahan.
Meskipun mungkin permasalahan yang ada ditangani oleh beberapa orang atau
team, pelamar harus memberikan penjelasan tentang apa saja peranannya
dalam team tersebut - jangan mengatakan apa yang telah dilakukan oleh team
tetapi apa yang telah dilakukan pelamar sebagai bagian dari team.
C. Results
Pelamar diminta menjelaskan hasil-hasil apa saja yang dicapai. Apa saja
hambatan yang terjadi jika hasil tidak tercapai. Apa yang terjadi kemudian
setelah permasalahan tersebut selesai dikerjakan. Lalu apa pelajaran yang
dapat dipetik oleh pelamar dari kejadian tersebut.
MENANGANI PERTANYAAN BERSIFAT UMUM
Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam Wawancara kerja
sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si pewawancara. Jika
menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-
pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:
1.Jelaskan pada saya bagaimana anda menggam barkan diri anda?
2.Apa kelebihan dan kekurangan anda?
3.Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang terdahulu /
ketika sekolah?
4.Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?
5.Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?
6.Darimana anda mengetahui perusahaan ini?
7.Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?
8.Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini,apa yang akan anda lakukan?
9.Apa itu professionalisme menurut anda?
10.Apa itu teamwork menurut anda?
11.Apa hoby anda?
Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral,
maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat
tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut.
2.Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika
anda melakukan presentasi.
3.Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus
melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang
harus didahulukan.
4.Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam
setahun terakhir ini? Mengapa demikian?
5.Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun
sebelumnya dan bagaimana anda m emotivasi team tersebut sehingga dapat
meraih sukses di tahun berikutnya.
6.Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?
7.Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dim ana anda mencoba untuk
menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?
8.Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang
tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.
Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah pihak,
dalam wawancara kerja si pelam ar juga biasanya diberikan kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat baik jika pelamar
mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:
· Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?
· Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantangan terbesar bagi
pemegang jabatan ini?
Labels:
Wawancara Kerja
Subscribe to:
Posts (Atom)

